Breaking News
17:18
Advertisement

SEJARAH GLKRI

GLKRI PUSAT

SEJARAH GEREJA LASKAR KRISTUS INDONESIA (GLKRI)

Pendahuluan

Sinode Gereja Laskar Kristus Indonesia (GLKRI) merupakan sebuah organisasi keagamaan Kristen yang menghimpun orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dalam suatu persekutuan yang teratur, terstruktur, dan berlandaskan iman kepada Alkitab sebagai Firman Tuhan.

GLKRI berdiri sebagai wadah pelayanan gerejawi yang mencakup para pelayan Tuhan, pejabat gereja, dan jemaat, yang bersama-sama membentuk suatu tubuh Kristus yang hidup dan dinamis. Gereja ini hadir sebagai bagian dari gereja Tuhan yang esa di Indonesia, yang terpanggil untuk melaksanakan Amanat Agung: bersekutu, bersaksi, dan melayani di tengah kehidupan bangsa.

Secara organisatoris, GLKRI berkedudukan di Medan, Sumatera Utara, dengan jangkauan pelayanan yang terbuka untuk seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. GLKRI bersifat independen dan tidak terikat secara struktural dengan organisasi kemasyarakatan, sosial, maupun politik manapun.

Cikal Bakal Berdirinya GLKRI

Sejarah berdirinya Gereja Laskar Kristus Indonesia dimulai pada tanggal 30 Desember 2004, yang menjadi tonggak awal lahirnya visi pelayanan ini di bumi Indonesia.

Oleh anugerah dan kemurahan Tuhan Yesus Kristus, pada tanggal 5 Januari 2005, GLKRI secara resmi didaftarkan di Departemen Agama Republik Indonesia dengan nomor:
WB/6-C/BA.03.1/062/KTR/2005
Terdaftar juga di Pengadilan Negeri dengan nomor: 08/L.B/Pend/2005

GLKRI percaya bahwa gereja bukanlah semata-mata hasil karya manusia, melainkan didirikan oleh Tuhan sendiri, sebagaimana tertulis dalam Matius 16:18. Oleh sebab itu, seluruh pertumbuhan, perkembangan, dan kelangsungan pelayanan gereja ini sepenuhnya berada dalam kedaulatan Tuhan.

Sejak awal, GLKRI hadir sebagai bagian dari gereja Tuhan di Indonesia, yang bersama gereja-gereja lainnya dipanggil untuk menjalankan misi ilahi dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Masa Kevakuman (2009)

Dalam perjalanan pelayanannya, GLKRI mengalami masa kevakuman pada tahun 2009. Pada masa ini, kegiatan sinode tidak berjalan sebagaimana mestinya, bahkan para pendiri dan pengurus awal telah berpindah ke denominasi lain.

Akibatnya, seluruh aktivitas pelayanan GLKRI sempat terhenti, dan tidak terdapat lagi jemaat maupun gereja yang aktif dalam naungan sinode ini.

Masa ini menjadi periode “tidur” yang panjang, namun bukan akhir dari rencana Tuhan bagi GLKRI.

Kebangkitan Kembali dan Pengambilalihan Sinode (2016–2017)

Kebangkitan GLKRI dimulai pada bulan Oktober 2016, ketika Pdt. Dikson Panjaitan memiliki beban untuk menghidupkan kembali sinode yang telah lama vakum ini.

Pada saat itu, beliau merupakan pengurus daerah di salah satu denominasi gereja yang berpusat di Jakarta. Namun, karena terjadi konflik internal dan dualisme kepemimpinan dalam sinode tersebut, muncul ketidaknyamanan yang mendorong beliau untuk mencari arah pelayanan yang baru.

Melihat kondisi GLKRI yang vakum, Pdt. Dikson Panjaitan mulai menjajaki kemungkinan untuk mengambil alih dan menghidupkan kembali sinode ini. Setelah melalui komunikasi yang cukup panjang dengan pengurus lama, akhirnya pada November 2016, disepakati untuk melakukan restrukturisasi dan pelantikan pengurus baru.

Awalnya pelantikan direncanakan pada Desember 2016, namun karena berdekatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru, maka dijadwalkan ulang menjadi Februari 2017.

Kongres I GLKRI – Titik Kebangkitan

Setelah melalui rapat bersama para pendeta dan pelayan Tuhan yang bersedia bergabung, yang diadakan di Room Mirror Restoran Silindung, Medan, dan dihadiri oleh 37 orang, maka diputuskan untuk mengadakan Kongres pertama.

Kongres I GLKRI dilaksanakan pada:

Tanggal: 10 Februari 2017
Tempat: Wisma Amplas, Medan

Agenda utama kongres ini adalah:
Pemilihan Ketua Sinode
Pelantikan kepengurusan baru
Penetapan arah pelayanan GLKRI ke depan

Acara ini berlangsung dengan penuh hikmat dan dihadiri oleh tokoh-tokoh gereja serta masyarakat.

Melalui kongres ini, secara resmi: Pdt. Dikson Panjaitan ditetapkan sebagai Ketua Sinode GLKRI, dengan mandat untuk membangun kembali pelayanan dari dasar.

Tanggal ini menjadi tonggak sejarah kebangkitan GLKRI yang kedua.

Visi Pelayanan dan Perluasan Karya Tuhan

Sejak kebangkitannya kembali, GLKRI berkomitmen untuk mengembangkan pelayanan secara menyeluruh, mencakup berbagai bidang:

1. Pelayanan Anak dan Teruna

GLKRI menempatkan pelayanan anak sebagai fondasi utama pertumbuhan gereja.

Program pelayanan meliputi:

Anak usia 3–7 tahun: pengenalan dasar iman
Gereja Anak: pembinaan lanjutan

Teruna (13 tahun ke atas): pembentukan karakter rohani

Selain pengajaran Firman Tuhan, anak-anak juga dibekali dengan:

Musik dan paduan suara
Kreativitas dan keterampilan
Pembinaan karakter Kristiani

2. Pelayanan Kaum Wanita

GLKRI memberikan perhatian khusus kepada kaum wanita sebagai bagian penting dalam pelayanan Injil.

Kaum wanita diberi:
Kesempatan dan hak yang setara dalam pelayanan
Pembinaan melalui persekutuan khusus

Materi pembinaan meliputi:

Pendalaman Alkitab
Pendidikan keluarga
Perawatan anak dan kesehatan
Pelayanan sosial

Tujuannya adalah agar setiap wanita mampu menjadi pelayan Tuhan di tengah keluarga dan masyarakat.

3. Pelayanan Penginjilan

Penginjilan dalam GLKRI tidak terbatas pada ibadah di dalam gereja, tetapi juga dilakukan secara aktif di luar gereja.

Bentuk pelayanan penginjilan meliputi:

Kebaktian lapangan/KKR
Kunjungan rumah
Pelayanan kepada orang sakit
Pelayanan di rumah sakit
Penginjilan keluar menjadi ciri khas utama pelayanan GLKRI.

4. Pelayanan Sosial

Pelayanan sosial GLKRI mulai digerakkan kembali sejak tahun 2017, khususnya di wilayah Medan dan Tanah Karo.

Salah satu keterlibatan penting adalah dalam penanganan dampak erupsi Gunung Sinabung, yang menyebabkan ribuan warga mengungsi.

Program yang direncanakan dan dikembangkan:

* Rumah penampungan bagi masyarakat kurang mampu
* Taman/Rumah Lansia
* Panti asuhan
* Perumahan ibu dan bayi
* Pelayanan kesehatan (rumah sakit)

5. Bidang Literatur dan Kepustakaan

GLKRI juga aktif dalam pelayanan literatur melalui penerbitan majalah rohani, antara lain:

“GLORIA” sebagai media resmi gereja yang terbit setiap bulan.

Tujuan penerbitan:

Memberitakan Injil
Memberikan pembinaan rohani
Memperkenalkan pelayanan GLKRI
Isi majalah mencakup:
Artikel Alkitab
Pembinaan keluarga
Rubrik anak dan pemuda
Tanya jawab rohani
Kesaksian iman

Penyajian dibuat sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan jemaat.

Penutup

Gereja Laskar Kristus Indonesia adalah bukti nyata bahwa rencana Tuhan tidak pernah gagal. Meskipun sempat mengalami kevakuman, namun oleh anugerah Tuhan, gereja ini dibangkitkan kembali untuk melanjutkan panggilan ilahi.

Dengan dasar iman kepada Kristus, dipimpin oleh Roh Kudus, dan didorong oleh semangat pelayanan, GLKRI terus melangkah untuk menjadi gereja yang:

Setia dalam persekutuan
Teguh dalam kesaksian
Aktif dalam pelayanan

Kiranya GLKRI terus dipakai Tuhan menjadi alat-Nya untuk membawa terang dan kasih Kristus bagi Indonesia dan bangsa-bangsa.